Category Archives: Beras Non Organik

Jual Beras SUMO kuning 5 Kg murah hanya Rp. 65.000,-

Sumo-kuning-5kg-400x460

Beras SUMO merupakan beras lokal dari hasil bumi Indonesia yang kualitasnya sangat bagus dan diolah dengan proses yang hygienis, fresh dan tanpa bahan kimia seperti pengawet atau pemutih.

Untuk membeli beras  SUMO dapat menghubungi Toko Beras Makmur Pangan, Jl. Pasar Anyar Utara no.20, Kota Tangerang, Telp. 0215523613, atau SMS/WA: 089672340222.

Jual Beras Organik Merah, Putih, dan Beras non Organik kemasn 5 kg

Kami menjual aneka beras organik merah, putih serta beras non organik dalam kemasan 5 kg.

Jasa pengiriman menggunakan Local Delivery ke wilayah kecamatan Tangerang.
Terima Cash On Delivery  di daerah Pasar Anyar, Pasar Lama, Kebon Jahe, Babakan, Kapling, Tangerang Indah, Mal Bale Kota,  Metropolis, Tangcity, TransMart, Maze Market.

PT. Indo Beras Unggul & PT. Jatisari Sri Rejeki

jatisari_setra_ramos_5kg-

Nasi merupakan makanan pokok sebagian besar rakyat Indonesia. Hal ini tidak terlepas dari kebijakan Pemerintah Orde Baru yang memperkenalkan nasi sebagai makanan pokok rakyat Indonesia. Padahal tidak seluruh willayah Indonesia dapat ditanami padi yang merupakan bahan pokok untuk membuat nasi. Namun karena sosialisasi yang telah diluncurkan, nasi menjadi salah satu pengklasifikasi klas sosial dalam masyarakat sehingga pada jaman dahulu menganggap bahwa orang yang makanan pokoknya nasi mempunyai derajat sosial yang lebih tinggi daripada orang yang makanan pokoknya bukan nasi. Paradigma seperti itu layaknya masih berlaku untuk kehidupan masyarakat saat ini. Hal inilah yang menyebabkan beras menjadi komoditas penting dalam ekonomi Indonesia. Para pelaku industri sangat sadar akan hal itu sehingga mereka berbondong-bondong untuk menggapai peluang di industri ini.

Industri beras idealnya masuk ke dalam pasar persaingan sempurna, dimana pemain yang berada di dalamnya sangat banyak. Hal ini dicirikan dengan adanya banyak penjual dan banyak pembeli, barang yang dihasilkan sama (homogen) serta harga sangat ditentukan oleh pasar (penjual dan pembeli tidak dapat mempengaruhi harga). Penjual beras bagai jamur yang tumbuh di tempat lembab, berkembang sangat pesat dan mampu bertahan hidup. Padahal keuntungan yang didapat apabila dihitung secara satuan sangat kecil, namun keuntungan hanya dapat didapat dengan kuantitas yang besar. PT Indo Beras Uggul (IBU) dan PT Jatisari Sri Rejeki (JSR) sejatinya menyadari akan hal itu. Perusahaan ini mempunyai kapasitas produksi yang sangat besar serta penyerapan bahan baku yang besar pula. Hal ini diperkuat dengan adanya silo (tempat menyimpan gabah) dengan kapasitas 2.000 ton per silo. Tentu, para kompetitor mereka yang masih mempunyai kapasitas kecil akan kalah bersaing apabila disandingkan dengan kapasitas produksi yang dimiliki. PT IBU dan JSR merupakan anak perusahaan dari PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk.

PT Tiga Pilar Sejahtera Food telah berdiri sejak tahun 1992 dan baru go public pada tahun 2003. TPSF yang dulunya bernama Perusahaan Bihun Cap Cangak Ular (1959) dan beroperasi di Sukoharjo mulai terjun di bisnis beras pada tahun 2010. PT Dunia Pangan yang bergerak di bisnis beras mulai dikuasai oleh TPSF dan sekarang nama group perusahaan tersebut adalah TPS Rice. PT IBU dan JSR berada di bawah naungan PT TPS Rice. Model bisnis perusahaan ini adalah “Paddy to Rice”, yaitu mengkonversi padi dari petani yang berupa gabah kering panen (GKP) yang kemudian dikeringkan dan digiling menjadi beras menggunakan mesin yang modern. Model bisnis inilah yang membedakan TPS Rice dengan para kompetitornya yang rata-rata merupakan rice mill kecil dan masih tradisional. TPS Rice masih didukung dengan silo-silo (tempat menyimpan gabah kering) yang besar dan canggih dengan sirkulasi udara lancar.

PT Jatisari Sri Rejeki yang terletak di Cikampek, Karawang mulai diakuisisi oleh TPSF sejak tahun 2010. Untuk memperbesar produksi berasnya, TPSF juga mengakuisisi PT Alam Makmur Sembada yang terkenal dengan merk beras “Ayam jago” dan berlokasi di Cikarang, Bekasi juga pada tahun 2010. TPSF kemudian merubah nama PT Alam Makmur Sembada menjadi PT Indo Beras Unggul. Kedua perusahaan ini mampu memproses 1.000 ton Gabah Kering Panen per hari menjadi beras. Dengan kapasitas tersebut serta ditambah kapasitas silo (penyimpanan gabah) kedua perusahaan tersebut yang mencapai 24.000 ton GKG, bukan tidak mungkin jika TPS Rice dapat menguasai sebagian besar pasar beras nasional. Beberapa produk yang menjadi andalannya adalah beras dengan merk dagang “Ayam Jago”, “Istana Bangkok”, “Vitarice”, dan “Nona Holland”. Perusahaan ini juga mulai memperkenalkan merk baru yang diberi nama beras “Maknyus”. (Sumber: arietos.blogspot.co.id).

Beras Non Organik

Beras Non Organik warnanya cenderung lebih cerah dan bening (bersih) dibandingkan dengan beras organik. Beras organik cenderung berwarna agak gelap kecoklatan.